Teori pembentukan tata surya menurut para ahli

Berikut ini ada 5 teori pembentukan tata surya menurut para ahli yang sudah saya rangkum untuk Anda di rumah :

  1. Teori kabut

Teori kabut ini jelaskan oleh Imanuel Kant (1724-1804) yang merupakan ahli filsafat kebangsaan Jerman. Imanuel Kant menjelaskan bahwa bumi, matahari, dan planet lain pada mulanya merupakan satu kesatuan yakni berupa gumpalan kabut yang berputar secara perlahan-lahan. Kabut ini tersebut menjadi gumpalan gas yang kemudian membentuk matahari dan kabut lainnya membentuk planet-planet dan satelitnya. Sebanarnya Imanuel Kant ini menjelaskan teori dari Solar Nebula yang sudah lama ada.

teori terbentuknya tata surya

  1. Teori Planetesimal

Teori planetesimal ini pertama kali dikemukakan oleh Thomas C. Chamberlin pda tahun 1916. Beliau adalah seorang ahli geologi yang berasal dari Amerika Serikat. Arti dari planetesimal adalah planet kecil. Teori ini menjelaskan bahwa awal pembentukkan planet mirip dengan kabut pijar. Dalam kabut tersebut terdapat materi padatan yang menghambur dan disebut dengan planetesimal. Kemudian terdapat bintang yang sama dengan matahari berpapasan dengan matahari yang jaraknya tidak jauh. Kemudian terjadi pasang naik di permukaan matahari. Massa matahari ada yang tertarik menuju bintang yang mendekati matahari tersebut. Setelah bintang yang mirip matahari tersebut menjauh, kemudian ada bagian massa matahari yang jatuh dan membentuk planet-planet kecil yang beredar menurut orbitnya masing-masing. Orbit planet mengelilingi matahari.

Bagian-bagian matahari

Akibat revolusi bumi

Akibat rotasi bumi

  1. Teori pasang surut gas

Teori ini dikemukakan oleh James Jeans dan Herald Jeffries pada tahun 1917 yang berkebangsaan Inggris. Teori pasang surut ini menjelaskan bahwa terdapat suatu bintang yang mirip dengan matahari yang bergerak berimpangan dengan matahari. Kemudian hal ini mengakibatkan terjadinya pasan pada permukaan matahari. Pasang ini membentuk sebuah cerutu yang sanga t besar. Bentuk pasang yang berupa cerutu ini mengitari matahari dan sebagian terhambur. Karena hamburan massa tersebut ada yang massanya besar dan massa yang kecil maka massa yang kecil tadi tertarik oleh massa hamburan yang besar. Proses tersebut akhirnya tersusun gumpalan-gumpalan yang menjadi planet dan satelitnya.

  1. Teori peledakan bintang (Bing Bang)

Teori peledakan bintang ini sering dikenal dengan big bang yang menjelaskan bahwa terdapat sebuah bintang yang mirip dengan matahari. Kemudian terjadi evolusi pada bintang dan matahari. Akhirnya bintang tadi meledak di ruang angkasa, sebagian memadat dan mengorbit matahari. Teori ini dianggap juga membuktikan adanya bintang kembar.

  1. Teori Kuiper

Teori ini Kuiper ini dikemukakan oleh Gerard P. Kuiper (1905–1973). Teori ini menjelaskan bahwa alam semesta ini terdiri dari bintang-bintang. Kemudian ada yang memadat pada suatu awan dari gas yang tersembunyi. Pusat yang satu membentuk matahari sedangkan pusat yang lain membentuk planet-planet yang mengorbit matahari. Dengan kata lain bahwa kabut-kabut kecil yang membentuk planet ini karena ada gaya tarik yang lebih besar membentuk awan-awan kecil menjadi awan yang lebih kecil lagi. Teori ini disebut juga dengan teori protoplanet.

Demikianlah informasi tentang teori pembentukan tata surya menurut para ahli. Semoga bermanfaat :)

Teori pembentukan tata surya menurut para ahli | Pak Mono | 4.5