Proses terjadinya angin darat dan angin laut secara konveksi

Pak Mono akan menjelaskan proses terjadinya angin darat dan angin laut secara konveksi. Sebelumnya saya akan mengingatkan kembali tentang apa itu konveksi. Bukan konveksi jahitan lho. Tapi ini konveksi tentang kalor. Pengertian konveksi adalah peristiwa perpindahan kalor melalui medium / perantara yang disertai dengan perpindahan partikelnya.

Contoh konveksi yang umum adalah saat kalian memanaskan air. Air yang panas duluan ada dibagian bawah, kemudian yang panas akan naik sedangkan air yang masih dingin berada di permukaan air aka turun. Nah air yang masih dingin itu menjadi panas karena api. Begitu seterusnya proses konveksi itu terus terjadi selama proses pemanasan atau memasak air.

Konveksi itu terjadi pada dua macam zat yaitu zat cair dan zat gas.

Oya hampir saya lupa untuk menjelaskan proses terjadinya angin darat dan angin laut secara konveksi.

proses terjadinya angin darat dan angin laut

  1. Angin darat

Secara lebih singkat angin darat terjadi karena angin yang berhembus dari darat menuju laut. Terjadinya angin darat pada waktu malam hari. Oleh nelayan zaman dahulu yang masih memakai layar karena belum ada solar atau premium digunakan untuk berangkat mencari ikan di laut.

Proses terjadinya angin darat dilihat dari massa jenis

Jadi begini… pada waktu malam hari, udara yang masih hangat atau panas ada di laut. Sedangkan udara yang sudah dingin berada di daratan. Karena di laut udaranya masih hangat, maka massa jenis udaranya menjadi lebih kecil daripada massa jenis udara di lautan. Jadi karena udara yang hangat sehingga massa jenisnya berkurang maka udara di lautan itu akan naik. Setelah udara dari lautan naik, maka akan digantikan oleh udara yang ada di daerah daratan. Begitu proses itu terus berlanjut hingga fajar tiba.

Proses terjadinya angin darat dilihat dari tekanan udara

Karena suhu udara di daerah daratan yang lebih panas pada waktu malam hari maka mengakibatkan tekanan udaranya menjadi lebih rendah. Sebaliknya udara yang dingin di daerah darata memiliki tekanan yang besar. Prinsip tekanan udara adalah udara mengalir dari tekanan yang tinggi ke tekanan yang lebih rendah. Maka udara yang ada di daratan akan mengalir menuju ke lautan yang memiliki tekanan udara yang lebih rendah. Proses ini berlanjut terus menerus hingga fajar atau matahari mulai terbit.

  1. Angin laut

Secara singkat angin laut terjadi karena angin yang berhembus dari laut ke daratan. Peristiwa ini terjadi pada waktu siang hari. Oleh nelayan jaman dahulu digunakan untuk pulang karena masih memakai perahu layar. Kalau jaman sekarang yang setiap saat bisa berangkat pergi melaut mencari ikan.

Proses terjadinya angin laut dilihat dari massa jenis

Pada waktu siang hari yang panas, kondisi udara di daratan akan lebih panas dibandingkan dengan udara di lautan. Nah udara yang lebih panas itu memiliki massa jenis yang lebih kecil sehingga udara di daratan akan naik kemudian digantikan oleh udara yang lebih dingin dari lautan. Jadi udara di laut masih memiliki massa jenis yang lebih besar sehingga mengalir menuju daratan. Proses ini terus berlanjut sampai sore hari.

Proses terjadinya angin laut dilihat dari tekanan udara

Saya sudah menjelaskan bahwa udara yang lebih panas memiliki tekanan udara yang rendah yaitu ada di daratan. Kemudian suhu udara yang lebih dingin memiliki tekanan udara yang lebih besar yang ada di lautan. Jadi udaranya akan mengalir dari tekanan tinggi ke tekanan rendah. Pada kasus ini udara akan mengalir dari lautan ke daratan.

Bagi adik-adik yang belum jelas bisa komentar di bawah ini. Tulisan ini saya buat setelah sholat isya sembari istirahat setelah mengajadi di Bimbel Neutron Yogyakarta Cabang Tegal. Tegal, hari selasa 29 Maret 2016. Semoga bermanfaat :)

Proses terjadinya angin darat dan angin laut secara konveksi | Pak Mono | 4.5