Penjelasan Komet dalam Sistem Tata Surya yang Mudah Dimengerti

Apa sih komet itu? Tentu salah satu benda langit dan merupakan bagian anggota sistem tata surya kita bukan? Bedanya dengan benda langit yang lainnnya apa, seperti apa? Di bawah ini akan diuraikan penjelasan komet yang jelas dan lengkap, selamat belajar!

Pengertian Komet

Komet biasa dikenal dengan bintang berekor atau lintang kemukus. Apa sih sebenarnya komet ini? Apakah benar-benar punya ekor? Komet adalah benda langit yang kecil dan tersusun atas es yang memiliki orbit yang sangat lonjong (eksentrisitas besar) dalam mengelilingi matahari. Memiliki rentang diameter dari 1 sampai 10 km, sebagain besar orbit komet terdistribusi merata yang membentang dari sabuk Kuipersampai 100.000 Satuan Astronimis (SA) (ingat 1 SA= jarak dari bumi ke matahari, sekitar 150 juta km) ke Matahari. Daerah terluar dalam sistem tata surya dikenal dengan awan Oort(Oort cloud) dan membentang melapisi sekitar matahari, nah komet sebenarnya mengembara di area tersebut. Terkadang karena suatu hal, karena interaksi gaya gravitasi dari benda-benda langit lainnya (planet dan benda-benda langit lainnya dalam tata surya), maka menarik komet masuk ke dalam sistem tata surya yang lebih dalam.

(penjelasan tentang sabuk Kuiper dan awan Oort lebih mendetail bisa di cek di sini: Apa itu Sabuk Kuiper dan awan Oort)

Struktur Komet

Ketika komet mendekat ke Matahari dalam jangkauan 3 Satuan astronomis (SA) (kira-kira tiga kali jarak Bumi dan Matahari), maka komet mulai menguap. Komet membentuk kepala dan  satu atau lebih ekor. Kepala komet dikelilingi oleh gas yang menyala (glowing), dan memiliki inti padat yang kecil. Ekornya terbentuk ketika gas dan debu yang terhempas dari komet karena partikel dan radiasi matahari. Semakin mendekati matahari, maka tekanan radiasi semakin kuat, sehingga ekor yang terbentuk semakin panjang dan membelakangi matahari. Inilah mengapa ekor komet selalu menjauhi matahari seperti pada gambar di bawah ini:

Penjelasan Komet dalam tata surya yang mudah dimengerti
Ekor sebuah komet selalu menjauhi Matahari dan ini dikendalikan oleh aliran partikel dan radiasi. Dibawahnya dalah komet comet Hale-Bopp yang digambarkan ketika orbitnya mendekat ke Matahari pada tahun 1997

Periode Komet

Komet yang secara berulang kembali ke dalam sistem tata surya bagian dalam dikenal sebagai komet yang berperiode (periodic cimets). Salah satunya adalah komet Halley, yang mana memiliki periode (untuk kembali mengelilingi matahari/ revolusi) 76 tahun. Terkahhir terlihat adalah pada akhir tahun 1985, dan komet ini diharapkan akan muncul lagi pada tahun 2061 (wah masih lama ya, xixiixixi). Setiap komet berperiode yang datang mendekat ke matahari, akan kehilangan beberapa zat penyusunnya, tertinggal membuntuti/ mengekor di belakang sebagai partikel. Ketika bumi melewati (pada saat proses revolusinya) ekor komet tersebut, partikel yang tertinggal dalam ekor komet terbakar dalam lapisan atmosfe Bumi paling atas yang menghasilkan rentetan cahaya terang yang disebut sebagai hujan meteor (meteor shower). Faktanya, sebagian besar meteor sebenarnya disebabkan oleh debu partikel dari komet yang pas kebetulan melintas.

Jenis-jenis komet yang Populer

1. Komet Hale-Bopp

Pada tanggal 23 Juli 1995, komet yang terang dan besar terlihat di luar orbit Jupiter oleh Alan Hale (Ilmuwan Meksiko) dan Thomas Bopp dari Arizona. Dianalisis dengan hati-hati menggunakan teleskop luar angkasa Hubble Space Telescope menggambarkan bahwa kecermelangannya dikarenakan ukurannya yang besar. Inti sebagian besar komet yang biasanya hanya 1 sampai 2 mil panjangnya, komet Hale-Bopp diperkirakan memiliki panjang inti 25 mil. Komet ini akan terlihat bahkan di langit cerah perkotaan. Komet ini mungkin menjadi komet yang paling terlihat sepanjang sejarah.  

Komet Hale-Bopp memegang rekor sebagai komet yang paling lama terlihat dengan mata telanjang sampai 19 bulan terlihat di Bumi. Komet ini tidak akan muncul lagi sampai 2400 tahun ke depan.  

Penjelasan Komet dalam tata surya yang mudah dimengerti
images dari komet halle bopp

2. Komet SwiftTuttle

Komet ini pertama kali terlihat pada bulan Juli tahun 1862 oleh astronom Amerika Lewis Swift dan Horace Tuttle. Komet SwiftTuttle muncul setiap 120 tahun. Komet ini meninggalkan jejak debu yang juga dilalui Bumi pada bulan Agustus. Saat Bumi melalui debu, dapat terlihat hujan meteor. Komet Swift-Tuttle dapat suatu hari nanti bertabrakan dengan Bumi karena orbit keduanya hampir berpotongan. Perhitungan terbaru menunjukkan bahwa komet ini akan melalui 15 juta mil dari Bumi untuk perjalanan berikutnya dalam sistem tata surya.

Penjelasan Komet dalam tata surya yang mudah dimengerti
Komet swiftt tuttle

3. Komet Hyakutake

Pada tanggal 30 Januari tahun 1996, Yuji Hyakutake (dibaca:”hyah-koo-tah-kay“), seorang astronom amatir dari Jepang Tenggara, menemukan sebuah komet baru menggunakan sepasang teropong. Pada saat musim semi pada tahun itu, komet terang ini dengan diameter inti 1 sampai 2 mil yang terbang di atas Bumi. Komet yang menjadi salah satu komet dengan ekor terpanjang yang pernah teramati. Dengan teleskop luar angkasa Hubble, komet ini dipercaya muncul sekitar 8000 ribu tahun yang lalu. Orbitnya tidak akan kembali sekitar 14 ribu tahun lagi.

Penjelasan Komet dalam tata surya yang mudah dimengerti
Komet Hyuttake

4. Komet Halley

Komet Halley merupakan komet yang paling terkenal sepanjang sejarah. Dinamai sesuai dengan nama astronom Inggris Edmund Halley, yang berhasil menghitung orbitnya. Beliau menentukan bahwa komet yang terlihat pada tahun 1531 dan 1607 adalah benda yang sama yang mengikuti tahun orbit selama 76 tahun. Sayangnya, Halley meninggal pada tahun 1742, dan tak pernah melihat prediksinya benar ketika komet ini kembali pada malam natal pada tahun 1758. Setiap komet ini mengorbit, mendekati Matahari, 9 mil panjang intinya melepaskan es dan batuan ke dalam luar angkasa. Runtuhan puing-puing ini membentuk ekor yang mengorbit. Ketika jatuh ke Bumi (akibat gaya gravitasi Bumi), dinamakan Orionids meteor shower. Komet Halley akan kembali pada tahun 2061.

Penjelasan Komet dalam tata surya yang mudah dimengerti
Komet Halley

5. Komet Shoemaker-Levy 9

Antara tanggal 16 dan 22 Juli tahun 1994, lebih dari 20 pecahan komet Shoemaker-Levy 9 bertabrakan dengan planet Jupiter. Astronom Carolyn dan Eugene Shoemaker dan David Levy menemukan komet ini pada tahun 1993. Teleskop luar angkasa Hubble Space membidik gambar yang spektakuler saat pecahan komet menabrak Jupiter. Kejadian ini merupakan tumbukan pertama dua benda sistem tata surya yang pernah terekam. Efeknya berupa debu tebal atmosfer ribuan kilometer di atas langit yang menunjukkan ‘gelembung gas’ super panas dengan ‘sayatan’ besar gelap yang menutupi langit planet.  

Penjelasan Komet dalam tata surya yang mudah dimengerti
Komet Shoemaker-Levy 9

Demikian tersebut penjelasan mengenai komet dalam sistem tata surya kita ya. sungguh fenomena alam yang menarik bukan? Fisika memang dekat dengan kita, di lingkungan sekitar kita. Remember, Physics is fun!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *