Pengertian Bimetal, Contoh Soal, dan Pemanfaatannya

Pengertian bimetal adalah dua keping logam yang memiliki koefisien yang berbeda dan saling menempel dengan cara di keling.

Pemanfaatan bimetal sangat kita rasakan dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya pada saat kita menggunakan setrika. Pada saat setrika panasnya sudah maksimum, maka setrika akan mati secara atomatis. Kemudian setrika akan menyala kembali setelah suhunya agak rendah. Jadi yang berperan sebagai sakelar atomatis pada setrika tersebut adalah bimetal.

Sifat-sifat bimetal atau cara kerja bimetal :

  1. Jika bimetal dipanaskan, maka bimetal akan melengkung ke arah logam yang memiliki koefisien muainya lebih kecil.
  2. Sebaliknya, jika bimetal didinginkan, maka bimetal akan melengkung ke arah logam yang memiliki koefisien muainya lebih besar.

Alat yang menggunakan prinsip bimetal :

  1. Sakelar termal atau sakelar suhu
  2. Termometer bimetal (termometer ini digunakan untuk mengukur suhu yang sangat tinggi >100 derajat)
  3. Termosfat bimetal (termosfat biasa dimanfaatkan pada mesin penetas telur secara atomatis, dimanfaatkan juga pada setrika listrik)
  4. Lampu sen atau tanda arah pada mobil jaman dulu.

Contoh soal bimetal

  1. Perhatikan gambar berikut ini. jika ada dua jenis logam tembaga dan besi yang masing-masing memiliki koefisien muai 17 x 10-6/0C dan 12 x 10-6/0C. Yang manakah logam tembaga dan besi?

 

contoh soal bimetal

jawab :

Kita menggunakan kedua prinsi kerja bimetal di atas. Prinsip kerjanya adalah jika dipanaskan, bimetal akan melengkung ke arah koefisien muai yang lebih kecil.

Perhatikan gambar di atas! Logam tersebut melengkung ke arah logam B. Jadi logam B itu memiliki koefisien muai yang lebih kecil. Sedangkan logam B memiliki koefisien muai yang lebih besar daripada logam A.

Jadi jawabannya adalah Logam A sebagai besi yang memiliki koefisien muai 12 x 10-6/0C. Logam A sebagai tembaga yang memiliki koefisien muai 17 x 10-6/0C.

2. Soal pilihan ganda. Dari gambar di bawah ini, bisa kita simpulkan bahwa :

contoh soal bimetal dan jawabannya

bimetal pada keadaan normal

contoh soal bimetal

bimetal setelah dipanaskan

a. koefisien muai baja lebih kecil daripada koefisien muai besi

b. koefisien muai baja lebih besar daripada koefisien muai besi

c. koefisien muai baja sama dengan koefisien muai besi

d. koefisien muai baja tidak dapat ditentukan

Jawab :

Prinsipnya adalah : Bimetal setelah dipanaskan melengkung ke arah logam yang koefisiennya lebih kecil. Pada gambar di atas, bimetal melengkung ke arah logam baja. Jadi logam baja memiliki koefisien yang lebih kecil daripada koefisien muai besi. Jawabannya A.

3. Soal pilihan ganda. Dari gambar berikut, dapat disimpulkan bahwa :

contoh latihan soal bimetal

bimetal pada keadaan normal

contoh soal bimetal

bimetal setelah DIDINGINKAN

a. koefisien muai kuningan lebih kecil daripada koefisien muai perak

b. koefisien muai kuningan lebih besar daripada koefisien muai perak

c. koefisien muai kuningan sama dengan koefisien muai perak

d. koefisien muai kuningan tidak dapat ditentukan

jawab :

Prinsip kerja bimetal : Jika DIDINGINKAN, bimetal akan melengkung ke arah logam yang koefisiennya yang lebih besar. Pada gambar di atas, bimetal DIDINGINKAN melengkung ke arah Kuningan. Jadi logam kuningan memiliki koefisien yang lebih besar. Jawabannya B.

Pengertian Bimetal, Contoh Soal, dan Pemanfaatannya | Pak Mono | 4.5