Hukum pemantulan cahaya

Bertemu kembali dengan pak mono, materi fisika kali ini adalah hukum pemantulan cahaya. Dalam fenomena sehari-hari jika ada berkas cahaya yang mengenai suatu benda maka kemungkinan yang paling besar adalah cahaya tersebut dipantulkan.

Saat kita membahas pemantulan cahaya, kalian harus paham apa itu sinar datang, sinar pantul, garis normal, sudut pantul, dan sudut datang.

perhatikanlah gambar di bawah ini:

berkas cahaya yang dapang pada permukaan benda

Pengertian garis normal adalah garis tegak lurus dengan permukaan benda. Garis normal ini merupakan garis khayal yang fungsinya adalah untuk memudahkan kita dalam menggambarkan sinar datang dengan sinar pantul cahaya.

Pengertian sinar datang adalah sinar yang menuju pada permukaan benda.

Pengertian sinar pantul adalah sinar yang berasal dari benda (dipantulkan dari benda).

Sinar datang yang mengenai suatu benda akan membentuk sudut tertentu. Ingat, mengukurnya adalah terhadap garis normal.

Sudut yang dibentuk oleh sinar datang terhadap garis normal disebut sudut datang (i), sedangkan sudut yang dibentuk oleh sinar pantul terhadap garis normal disebut dengan sudut pantul (r).

Berdasarkan hasil eksperimen para ilmuwan fisika, diperoleh hukum pemantulan cahaya sebagai berikut:

  1. Sinar datang, sinar pantul, dan garis normal terletak pada bidang yang sama
  2. Besarnya sudut datang dengan sudut pantul adalah sama

Hasil eksperimen di atas sangat mudah dipraktekan oleh kalian di rumah. Kalian cukup menyediakan sebuah sender dan cermin datar. Caranya adalah dengan menyorotkan sinar senter pada cermin datar. Ulangi hal tersebut dengan kemiringan atau sudut yang berbeda-beda.

Pemantulan cahaya ada dua macam:

  1. Pemantulan baur (tidak teratur)

Pemantulan baur terjadi jika suatu berkas cahaya mengenai suatu benda yang permukaannya tidak rata akan dipantulkan dengan arah sinar pantul yang tidak teratur. Contoh benda yang memantulkan cahaya tidak teratur adalah tembok, kertas, kayu, batu, dan lainnya.

  1. Pemantulan teratur

Pemantulan teratur ini terjadi jika berkas cahaya datang mengenai permukaan benda yang rata maka cahaya tersebut akan dipantulkan secara teratur. Contoh benda yang bisa memantulkan cahaya secara teratur adalah cermin dan lensa.

Contoh soal 1: sebuah berkas cahaya mengenai sebuah cermin datar dengan sudut datang 30 derajat. Berapakah sudut pantul berkas cahaya tersebut?

Jawab: sudut datang = sudut pantul

Sudut datang 30 derajat, maka sudut pantulnya juga sama 30 derajat.

Contoh soal 2: diketahui sudut pantul sebuah berkas cahaya pada cermin datar adalah 42 derajat. Berapakah sudut pantulnya?

Jawab: sudut datang = sudut pantul

Sudut pantul 42 derajat, maka sudut datangnya juga sama 42 derajat.

Demikianlah penjelasan hukum pemantulan cahaya, semoga bermanfaat J

Sumber artikel: buku BSE kelas X karya Nurhayati Nufus dan buku Fisika untuk Sains dan Teknik Paul A. Tipler

Hukum pemantulan cahaya | Pak Mono | 4.5